Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Desember 2014

How Low Can You Go

Hari ini Aku melepaskan hak-Ku sebagai Anak Allah

Lahir di kandang domba, sekalipun seharusnya Aku memiliki tempat yang lebih layak dari tempat makanan kambing dan domba

Aku dibesarkan oleh Seorang tukang kayu, padahal Bapa-Ku pemilik kekal Kerajaan Surga

Aku mengajar banyak orang dan memberitakan kabar baik tentang kerajaan Allah, sekalipun setiap perkataan-Ku hanya diterima beberapa orang saja

Aku melayani murid-murid dengan membasuh kaki mereka, padahal seharusnya Akulah yang dilayani

Aku terima segala cacian, hinaan, cambukan bahkan kematian di kayu salib tanpa kebencian, hanya untuk menebus dosa manusia

DAN...
Jika saat ini Aku hanya meminta hatimu untuk mengampuni orang yang berbuat salah padamu dan mengasihi orang lain,
Jika Aku meminta uluran tanganmu untuk memberi dan manbur di ladang yang mungkin bukan jadi tempat tuaianmu,
Beratkah bagimu???

From: Cutie diary "spirit girls" edisi Desember 2014 

Jumat, 03 Oktober 2014

HAL BARU TIAP HARI

Mana yang lebih menyenangkan :

Main gadget saat nunggu bis di halte
atau
berkenalan dan berbincang dengan orang baru ?

(^.^)

Menyantap makanan cepat saji yang bisa ditelepon kapan pun 
atau
berkreasi dengan bumbu-bumbu di dapur ?

(^.^)

Mengisi liburan dengan jalan-jalan ke mall 
atau 
berjalan di bawah sinar matahari; naik gunung, menyusuri pantai dan menikmati indahnya ciptaan Tuhan lainnya ?

(^.^)

Ngadem di kamar ber AC sambil ngegame, chatting, tidur-tiduran
atau 
ikut sohib olahraga di lapangan ?

Semua pilihan ada di tangan kita
Kita menentukan apa yang terbaik untuk kita jalani setiap harinya
Tapi, ingatlah satu hal bahwa 
"Kesempatan hari ini belum tentu ada di hari esok, karena tiap hari dijadikan baru oleh-Nya"

from : Cutie diary "Spirit Girls" Oktober 2014

Kamis, 25 Agustus 2011

TANPA GAGANG

Saya perhatiin gambar Yesus yang sedang mengetuk pintu, gambar ini sudah terkenal. Lho kok kenapa gak ada gagang atawa gerendel pintunya, ya?
Rupanya inilah gambaran bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang sangat baik, sopan, lembut dan tidak memaksa. Pintu itu gak bisa dibuka dari luar tetapi harus dari dalam. Ketika Tuhan Yesus mengetuk pintu hati kita, DIA akan menunggu kita untuk membukakan pintu itu, DIA tidak mau mendobraknya. Pilihan kita sendiri, keputusan kita sendiri, untuk mengundang DIA masuk dan mengajakNYA tinggal hidup dalam kita, membina hubungan yang intim denganNYA.

Ketika manusia diciptakan, ia diciptakan dengan hubungan yang intim dan baik dengan Tuhan. Tetapi ketika ia jatuh dalam dosa, hubungan itu terputus. Manusia tidak dapat menghampiri Tuhan dan tidak dapat masuk dalam kerajaanNYA.


Untung Tuhan adalah Tuhan yang berinisiatif, IA turun ke dunia menjadi serupa dengan manusia agar bisa kembali menebus manusia dari dosa untuk memulihkan hubungan itu, karena-tentunya-IA sangat rindu kepada kita, manusia.

Kini tinggal bagian kita untuk meresponi inisiatif dan kasihNYA. Maukah kita membuka pintu bagiNYA, atau membiatkanNYA di luar dan akhirnya pergi?

Yesus, aku mengakui bahwa aku orang berdosa, upah dosa adalah maut, dan dosa membuat aku tidak dapat berhubungan denganMU. Aku mengakui ENGKAU Yesus telah mati bagiku untuk menebus segala dosa-dosaKU sehingga ENGKAU dapat tinggal dalamku dan aku dalamMU. Masuklah dalam hatiku dan jadialah tuan rumah dalam hidupku, selamanya.

Dalam nama Yesus, Amin.

Rabu, 15 Desember 2010

20 BERKAT

Shalom. Smoga tulisan ini menjadi berkat bagi kita smua. Before read, lets pray individually. God bless u !
  1. Mengapa saya berkata "Saya tidak bisa" jika Alkitab mengatakan bahwa saya bisa melakukan segala sesuatu di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada saya (Fil 4:13)? 
  2. Mengapa saya merasa kurang jika saya tahu bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan saya menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Fil 4:19)?
  3. Mengapa saya harus merasa takut jika Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak memberi saya roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban (2 Tim 1:7)?
  4. Mengapa saya harus merasa kurang iman jika saya tahu bahwa Allah telah mengaruniakan kepada saya ukuran iman tertentu (Rom12:3)?
  5. Mengapa saya menjadi lemah jika Alkitab berkata bahwa Allah adalah terang dan keselamatan saya dan bahwa saya akan tetap kuat dan akan bertindak (Maz 27:1, Dan 11:32)?
  6. Mengapa saya harus membiarkan iblis menang atas hidup saya jika Roh yang ada di dalam saya lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4)?
  7. Mengapa saya harus pasrah kalah jika Alkitab berkata bahwa Allah dalam Kristus selalu membawa kita di jalan kemenanganNya (2 Kor 2:14)?
  8. Mengapa saya harus kekurangan hikmat jika Kristus sendiri telah menjadi hikmat bagi saya dan Allah akan memberi hikmat jika saya minta padaNya (1 Kor 1:30; Yak 1:5)?
  9. Mengapa saya harus depresi jika saya dapat mengingat bahwa saya dapat berharap pada Allah yang kasih setiaNya tidak habis-habisNya setiap pagi (Rat 3:21-23)?
  10. Mengapa saya harus kuatir, resah, dan rewel jika saya dapat menyerahkan segala kekuatiran saya pada Tuhan yang memelihara saya (1 Pet 5:7)?
  11. Mengapa saya harus selalu hidup dalam beban jika saya tahu bahwa di mana ada Roh Allah, ada kemerdekaan, dan Kristus telah memerdekakan kita (2 Kor 3:17; Gal 5:1) ?
  12. Mengapa saya harus merasa terhukum jika Alkitab berkata bahwa saya tidak ada lagi di bawah penghukuman sebab saya di dalam Kristus (Rom 8:1) ?
  13. Mengapa saya harus merasa sendirian jika Yesus berkata Ia akan selalu menyertai saya, tidak akan membiarkan dan tak akan meninggalkan saya (Mat 28:20; Ibr 13:5)?
  14. Mengapa saya harus merasa terkutuk atau merasa saya menjadi korban nasib sial jika Alkitab berkata bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (Gal 3:13-14) ?
  15. Mengapa saya harus merasa tidak puas dalam hidup ini jika saya,seperti Paulus, bisa belajar untuk menjadi puas dalam segala keadaan (Fil 4:11) ?
  16. Mengapa saya harus merasa tidak layak jika Kristus telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21) ?
  17. Mengapa saya merasa takut disiksa orang jika saya tahu bahwa jika Allah di pihak saya tidak ada yang akan melawan saya (Rom8:31) ?
  18. Mengapa saya harus bingung jika Allah adalah Raja Damai dan Ia memberi saya pengetahuan melalui RohNya yang diam di dalam kita (1 Kor 14:33;2:12)
  19. Mengapa saya harus terus-menerus gagal dan jatuh jika Alkitab berkata bahwa sebagai anak Allah saya lebih daripada orang-orang yang menang dalam segala hal, oleh Dia yang telah mengasihi saya (Rom8:37)?
  20. Mengapa saya harus membiarkan tekanan hidup mengganggu saya jika saya dapat punya keberanian karena tahu Tuhan Yesus telah menang atas dunia dan penderitaan (Yoh 16:33)? " Diamlah dan ketahuilah,bahwa Akulah Allah ! " (Mazmur 46:11a)
~Renungan Blogspot